Inilah Sebabnya Mengapa Ibu Harus Bahagia

Pada kondisi umum, setiap laki-kali atau ayah adalah kepala keluarga, sementara ibu koordinator pelaksana. Kepala tidak setiap waktu menghadapi situasi di lapangan, lain halnya dengan koordinator pelaksana.

Karena ibu yang harus selalu mengurusi dan berinteraksi dengan semua hal yang ada di lapangan-anak, asisten rumah tangga (ART), tetangga, tukang sayur, dan lain-lain, sekalipun ia adalah ibu bekerja, berarti ibu menghadapi begitu banyak masalah setiap waktunya.

"Ini jelas memberikan ibu tekanan. Dalam skala lebih besar, ibu bahkan (dituntut) harus menghadapi semuanya dengan baik dan benar. “Salah penanganan yang disebabkan emosi tidak terkontrol akibat tidak bahagia, maka pasti akan berdampak besar kepada semua yang di lapangan, terutama anak,” kata Anggia Chrisanti, konselor dan terapis DEPTH (deep psych tapping technique) di Biro Konsultasi Psikologi Westaria (@ig_giadc).

Jangankan anak, disinyalir, betah atau tidaknya ART di rumah juga tergantung majikan wanitanya. Begitupun hubungan dengan tetangga. Boleh-boleh saja bapak atau kepala keluarga sesekali tidak menyapa, tapi tidak jika itu dilakukan seorang ibu,” urai Anggia lebih lanjut.

Oleh karena itu, seorang ibu seharusnya selalu dalam kondisi bahagia.

(wida/wida)

Source link


Sumber: http://ift.tt/2cPivWj