Ini Sebabnya Seseorang Yang Cerdas Itu Biasanya Cantik

Kecantikan. Apa sih itu dan bagaimana pula wujudnya? Ada yang manis, ada yang imut-imut, dan lain-lain. Hingga kemudian muncul paradigma populer tentang kecantikan dengan deskripsi sebagai berikut: putih, tinggi, langsing. Sebuah konsepsi yang semakin dikuatkan dengan maraknya produk-produk kecantikan industrial yang hadir menawarkan pemenuhan “kebutuhan” tersebut.

Tetapi, apakah hanya mereka--baik karena keberuntungan ataupun dengan bantuan kosmetik--yang putih, tinggi, dan langsing yang berhak mendapatkan predikat cantik? Lalu mendapatkan segala keberuntungan di dunia, seperti banyak digambarkan dalam iklan-iklan. Ketika berkulit putih, lantas banyak yang jatuh cinta atau mudah mendapat pekerjaan.

“Apakah sampai di situ saja tujuan kesuksesan dan kebahagiaan seorang perempuan dalam hidupnya? Lantas, bagaimana dengan mereka yang dikodratkan tidak memiliki ketiga hal tersebut? Apakah berarti tidak cantik, maka tidak sukses, maka tidak menarik, maka tidak menyenangkan, dan tidak bahagia dalam hidupnya?” tanya Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria.

Faktanya tidak demikian. Anggia menyebutkan pasti bahwa masih ada penghargaan yang jauh lebih tinggi pada kaum perempuan dari segi kebaikan hati, keikhlasan, keramahan, kemampuan intelektual, dan lain-lain. “Dunia ini masih sangat bisa menilai sosok kecantikan alami,” cetus Anggia. “Masih sangat banyak orang di dunia yang bisa melihat kecantikan itu tidak sekadar ketiga hal tadi (putih-tinggi-langsing),” imbuhnya.

Intinya, dengan berkepribadian “baik” (kami memberi tanda kutip pada kata “baik”, karena pada dasarnya tidak ada pribadi yang baik atau buruk. Melainkan kepribadian yang matang dan sesuai antara calendar age dan mental age, serta ketepatan pada penggunaannya-red) seperti yang telah disebutkan, kecantikan alami akan terpancar dengan sendirinya yang membuat seorang perempuan disukai, dicintai, mudah diterima pergaulan, dan bahagia dalam hidupnya.

Hal tersebut bisa muncul pada siapapun, baik para perempuan yang memiliki putih-tinggi-langsing, maupun yang tidak. “Kecantikan alami, bukanlah suatu ilmu pelajaran maupun bahasan. Karena sifatnya kecantikan alami adalah sebuah hasil akhir (dari pribadi yang baik),” terang Anggia.

(wida/wida)

Source link


Sumber: http://ift.tt/2fHTTkg