Orang Tua Wajib Tau!! Cara Mencegah Sibling Rivalry Atau Persaingan Saudara

Orang Tua Wajib Tau!! Cara Mencegah Sibling Rivalry Atau Persaingan Saudara - Hallo sahabat Informasi Terbaru, Pada sharing Info Terbaru kali ini yang berjudul Orang Tua Wajib Tau!! Cara Mencegah Sibling Rivalry Atau Persaingan Saudara, saya telah menyiapkan informasi tekini di sekitar anda. Mudah-mudahan isi postingan Infoterbaru yang saya tulis ini menambah wawasan anda. okelah, cekidot informasi terbaru dari kami.

Judul Post : Orang Tua Wajib Tau!! Cara Mencegah Sibling Rivalry Atau Persaingan Saudara

lihat juga


Orang Tua Wajib Tau!! Cara Mencegah Sibling Rivalry Atau Persaingan Saudara

Persaingan saudara (sibling rivalry) mudah sekali terjadi. Banyak hal menjadi pemicunya.

“Namun, dari sekian banyak pemicu, paling mencolok adalah sikap orang tua yang “lain” kepada anak satu dengan yang lainnya. Atau memang ada “perbedaan” antara saudara itu sendiri,” cetus Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria.

Pemicu ini bisa saja terjadi sejak si adik belum lahir, di masa kanak-kanak, saat beranjak dewasa, bahkan tidak jarang saat anak-anak telah berusia dewasa. Sehingga persaingan saudara pun terjadi seiring hal tersebut, atau malah terus berlanjut sampai beranak cucu.

Tentu saja, tidak satupun orang tua yang bermaksud sengaja melukai hati anak-anaknya dengan melakukan perbedaan. “Oleh karena itu, bagi siapapun yang sudah menjadi orang tua harus mewaspadai diri agar jangan sampai ada sikap yang bisa memicu persaingan antara anak-anak,” kata Anggia. Perlu digarisbawahi, persaingan yang perlu dihindari adalah persaingan dalam konteks negatif.

Anggia menyebutkan beberapa tip agar orang tua tidak memicu persaingan negatif dan yang berimbas negatif pada anak-anaknya.

Pertama, terimalah anak-anak dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Jangan menutup mata pada perbedan, tapi sikapilah itu dengan positif. Akan lebih baik jika sikap-sikap positif dalam menyikapi perbedaan itu orang tua tularkan kepada anak-anak. Misalnya, yang umum terjadi terutama ketika anak-anak masih kecil, perbedaan warna kulit, bentuk tubuh, bentuk hidung, bentuk bibir, dan lain-lain. Hal-hal sepele seperti ini mungkin menjadi penyebab awal dari persaingan saudara.

Sebagai orang tua, beritahukan kepada masing-masing anak–dengan cara yang baik dan dalam suasana santai–tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalnya; “Kalau kakak hidungnya mancung dan alisnya tebal seperti ibu. Rambutnya lurus, kulitnya cokelat seperti ayah. Kalau adik matanya besar, pipinya kempot, dan bulu matanya lentik seperti ayah. Kulitnya putih seperti ibu”.

Ingat, jangan katakan “tapi” dalam penjelasan, karena konotasinya negatif. Katakan dan tunjukkan semua perbedaan secara objektif, tanpa ada penghakiman mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk. Ajarkan hal ini berulang-ulang untuk membangun self image. Supaya anak sadar terhadap dirinya, bagaimana dirinya, seperti apa dirinya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Selain itu juga agar anak terbiasa tahu dan paham, bahwa semua manusia itu memang dilahirkan berbeda, namun tidak ada yang salah dengan perbedaan itu. Maka di setiap akhir percakapan tadi, tutuplah dengan satu hal kesamaan diantara kakak-adik. Misalnya; “Bagaimanapun, Kakak dan Adik, kalian adalah anak Ayah dan Ibu paling tersayang”.

Kedua, jadilah orang tua yang mendukung terhadap semua anak. Berikan motivasi dalam segala hal tanpa perlu membandingkan dengan orang lain, apalagi dengan anak yang lainnya. Misalnya, jangan pernah katakan; “Kalau kakak begini, kalau kakak begitu. Atau kalau adik begini, kalau adik begitu”. Cukup katakan, “Baik-baiklah belajar dan dapatkan hasil maksimal. Masalah hasil, tidak perlu sama, karena antara Kakak dan Adik pasti punya kemampuan yang berbeda”.

Hal ini bisa dilakukan, misalnya saat pembagian rapor sekolah. Duduk bersama antara orang tua dan anak-anak. Buka rapor sama-sama, dan tunjukkan secara objektif kelebihan dan kekurangan masing-masing anak. Ingat, jangan pernah menganggap satu pelajaran lebih tinggi dari pelajaran lainnya. Misalnya; “Kakak matematikanya 7, olahraganya 9. Nanti Kakak harus lebih giat belajar matematikanya ya, tanpa mengurangi hobi dan kemampuan olahraga. Kalau Adik agama 7, keseniannya 9. Wah, nanti kapan-kapan kita belajar sama-sama agama, ya. Dan kalau Adik berminat dalam kesenian, nanti Ayah dan Ibu dukung apa yang Adik suka”.

Selalu beri pandangan positif, tanpa menggunakan kata ‘tapi’. Pandangan positif yang objektif bukan hanya kepada hal-hal yang memang positif, tapi juga kepada semua hal yang dianggap kurang atau negatif.

Agar efektif, lakukan kedua hal sederhana tersebut sedini mungkin. Agar menjadi landasan keakraban yang kokoh di dalam keluarga. Dan persaingan negatif antar saudara pun dapat diminimalisir.

(wida/wida)

Source link


Sumber: http://ift.tt/2gYGRQ9


Demikianlah Artikel Orang Tua Wajib Tau!! Cara Mencegah Sibling Rivalry Atau Persaingan Saudara

Sekian Informasi Terbaru dari kami Orang Tua Wajib Tau!! Cara Mencegah Sibling Rivalry Atau Persaingan Saudara, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan informasi terbaru kali ini.

Anda baru saja membaca artikel Orang Tua Wajib Tau!! Cara Mencegah Sibling Rivalry Atau Persaingan Saudara dengan url permalinknya adalah http://dikut.blogspot.com/2016/12/orang-tua-wajib-tau-cara-mencegah.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.