Amankah Obat Antihipertensi Untuk Kesehatan Ginjal? – KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Pasien hipertensi sering kali menghentikan konsumsi obatnya karena takut berdampak buruk pada kesehatan ginjalnya.

Menuru Wakil Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, hal itu adalah anggapan yang keliru.

“Selalu kita tekankan obat anti hipertensi dan jantung tidak merusak ginjal. Justru melindungi ginjal dengan mengontrol tekanan darah,” kata Tunggul dalam jumpa pers 11th Scientific Meeting of Indonesian Society of Hypertension di Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Tunggul menjelaskan, berhenti minum obat bisa membuat hipertensi tidak terkontrol dan akhirnya malah merusak ginjal. Pasien dengan hipertensi yang sulit terkontrol memang harus rutin konsumsi obat antihipertensi.

Pasien sering kali menghentikan konsumsi obat ketika merasa sudah sehat. Padahal, tanpa menjalani pemeriksaan, hipertensi bisa saja terus menyerang diam-diam dan memicu komplikasi.

Saat tekanan darah tinggi, pembuluh darah secara perlahan dapat rusak, termasuk pembuluh darah di ginjal. “Kerusakan ginjal bisa jadi gagal ginjal tahap akhir yang membutuhkan dialisis

 atau cuci darah bila tidak diobati,” kata Tunggul.

Berdasarkan data dari Indonesia Renal Registry, hipertensi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya gagal ginjal kronis yang mengharuskan pasien rutin cuci darah.

Obat antihipertensi diberikan bukan hanya untuk mengontrol tekanan darah, tetapi mencegah komplikasi kerusakan organ lain, seperti jantung, ginjal, dan otak. Bahkan menurut penelitian, pengobatan hipertensi dapat mengurangi terjadinya gagal jantung hingga 50 persen.

Source link


Sumber: http://ift.tt/2lOt7cx