Lima Orang Tidak Sengaja Terinfeksi HIV Di China – CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia
Dinas Kesehatan Provinsi Zhejiang, China, mengumumkan setidaknya lima pasien di rumah sakit pengobatan tradisional tidak sengaja terinfeksi HIV.

Kesalahan medis itu terjadi karena seorang teknisi menggunakan kembali tabung yang sebelumnya dipakai untuk uji medis pada pasien positif HIV.

“Setidaknya terdapat lima pasient di sebuah rumah sakit tradisional China secara tidak sengaja terinfeksi HIV,” kata pejabat setempat, pada Kamis (9/2), melansir AFP.

Dalam laman resmi Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana setempat, lembaga tersebut menyebut kesalahan itu sebagai pelanggaran kesehatan berat.

Pusat pengendalian penyakit China membenarkan bahwa lima pasien tersebut telah terinfeksi HIV. Namun, mereka tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai pasien yang terpapar tabung oleh teknisi tersebut.

Pemerintah China sudah diberitahu mengenai informasi ini oleh rumah sakit pada 26 Januari lalu. Akan tetapi, pemerintah baru mengeluarkan pengumuman kemarin.

Informasi lain mengenai infeksi tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut. Pemerintah China tidak mengungkapkan kapan infeksi itu terjadi, termasuk informasi mengenai pasien yang tidak sengaja terinfeksi HIV.

Pihak yang berwenang bahkan telah menyensor diskusi daring terkait insiden tersebut. Laman rumah sakit juga telah ditutup.

Hingga saat ini, tak ada satupun pihak rumah sakit yang dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Laporan dari media China yang memberitakan tentang kecelakaan HIV itu juga telah dihapus pada Kamis sore. Hanya tersisa penyataan singkat pemerintah yang beredar di dunia maya.

Komentar kritis di media sosial juga ikut dihapus.

“Ini benar-benar bencana. Aku tidak bisa membayangkan kecelakaan itu terjadi dalam sebuah rumah sakit terbaik di Hangzhou,” kata salah satu dari beberapa posting masih yang tersisa di Weibo, media sosial di seperti twitter di China.

Seorang pengguna yang terkejut dengan kejadian tersebut menyadari bahwa unggahan mengenai hal itu dengan cepat lenyap. Kantor berita China juga menonaktifkan komentar dan fungsi meneruskan di berita mereka.

Pengguna Weibo menyebut ketertutupan itu sangat menganggu.

“Saya pikir masyarakat memiliki hak untuk mengetahui kebenaran,” tulisnya.

Pada 2015, China melaporkan pada PBB bahwa terdapat 501.000 kasus HIV/AIDS. (end/les)

Source link


Sumber: http://ift.tt/2kRC2XQ