Alami Seks Blues, Pria Juga Bisa Menangis Usai Bercinta – VIVA.co.id

Alami Seks Blues, Pria Juga Bisa Menangis Usai Bercinta – VIVA.co.id - Hallo sahabat Informasi Terbaru, Pada sharing Info Terbaru kali ini yang berjudul Alami Seks Blues, Pria Juga Bisa Menangis Usai Bercinta – VIVA.co.id, saya telah menyiapkan informasi tekini di sekitar anda. Mudah-mudahan isi postingan Infoterbaru yang saya tulis ini menambah wawasan anda. okelah, cekidot informasi terbaru dari kami.

Judul Post : Alami Seks Blues, Pria Juga Bisa Menangis Usai Bercinta – VIVA.co.id

lihat juga


Alami Seks Blues, Pria Juga Bisa Menangis Usai Bercinta – VIVA.co.id

VIVA.co.id – Orgasme dipercaya menjadi salah satu sensasi terbaik dalam hidup yang bisa Anda rasakan. Namun apa jadinya jika yang dirasakan usai bercinta hebat justru kesedihan yang mendalam, perasaan cemas berlebih, hingga depresi?


Rasa yang teramat sedih setelah bercinta, dikenal dengan sebutan Post-Coital Dysphoria (PCD), atau kegelisahan dan ketidakpuasan dalam hidup usai bercinta. Penelitian terakhir menyebutkan, bahwa kondisi tersebut dialami hampir sebagian besar wanita.


Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Queensland University of Technology (QUT) di Australia baru-baru ini menyebutkan bahwa efek PCD atau sex blues juga dialami pria.


Gejala PCD biasanya ditandai dengan perasaan sedih yang teramat sangat, gelisah dan hingga terjadi pergolakan batin yang tak jarang membuat penderitanya menangis histeris.


Pada titik histeris, kondisi tersebut kerap disebut dengan tristesse, yang merupakan istilah dalam bahasa prancis yang biasa digunakan untuk menggambarkan kesedihan yang melankolis.


Padahal bukan karena hubungan seks yang tidak memuaskan, namun kesedihan muncul karena koneksi secara fisik dan emosional yang terjadi saat penetrasi seks akhirnya usai.


Emosi ini dapat bertahan antara lima menit dan dua jam. Penelitian sebelumnya telah menemukan sekitar setengah dari wanita melaporkan mengalami gejala PCD setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka dengan lima persen akan beberapa kali dalam empat minggu terakhir.


Robert Schweitzer, kepala peneliti sekaligus professor di QUT menyebutkan bahwa ada fase resolusif setelah bercinta.


“Setiap orang menganggap bahwa kesenangan pasca bercinta wajar dan mutlak terjadi. Padahal setelah aktivitas seksual ada fase yang disebut ‘resolusi’,” ujarnya seperti dilansir laman Medical Daily.


Lebih lanjut, Robert menjelaskan bahwa selama beberapa dekade, penyebab PCD masih menjadi perdebatan, tentunya berbagai macam penelitian dari berbagai bidang memiliki versinya masing-masing.


Versi terbaru yang diteribitkan dalam Sexual Medicine Journal menyebutkan bahwa faktor utama penyebab PDC adalah fluktuasi hormon. Saat mencapai orgasme hormon bahagia seperti endorphin, oksitosin dan prolactin mencapai level tertinggi pada tubuh.


Setelah selesai mencapai orgasme, hormon-hormon tersebut perlahan menurun. Perubahan hormon inilah yang berefek bagi kondisi emosional sehingga pada beberapa wanita akan merasakan kesedihan. “Ada sebuah anekdot yang menyebutkan bahwa bukti bahwa PCD tidak lazim ditemukan pada pria ataupun wanita,” ujarnya Robert.


Sementara itu, Nicole Prause seorang pakar Psikofisiologis dan Neurosains percaya bahwa kondisi PCD yang dialami pria tak semata akibat masalah biologis seperti kurangnya hormon testosteron atau kadar orgasme pada pria, namun PCD juga bisa diakibatkan dari komunikasi pasca seks yang ‘gagal’. “Masalah biologis, ditambah lagi komunikasi setelah berhubungan seks yang cenderung sering negatif (gagal),” ujarnya.


Sebuah studi dalam Journal of Social and Personal Relationships 2016 menambah bukti untuk klaim yang disebutkan Nichole.


Ada tiga kemungkinan penyebab PDC pada pria. Pertama, peneliti menemukan ketika kadar testosteron yang tinggi, ditambah dengan komunikasi pasca seks kurang disengaja dan kurang positif. Kedua, mereka yang memiliki kadar testosteron yang tinggi, tetapi tidak orgasme, dan tidak mengalami komunikasi pasca seks negatif.


Ketiga, testosteron rendah dikaitkan dengan komunikasi yang lebih besar dan lebih positif setelah berhubungan seks, namun terjadi frustrasi fisik akibat tidak mencapai orgasme.


Berdasarkan penelitian ini Nichole menyaranan untuk berhati-hati dan tidak salah membaca tindakan pasangan Anda selama fase resolusi. Tidak semua orang suka dipeluk atau menunjukkan kasih sayang setelah berhubungan seks. (mus)

Source link


Sumber: http://ift.tt/2mJxxTw


Demikianlah Artikel Alami Seks Blues, Pria Juga Bisa Menangis Usai Bercinta – VIVA.co.id

Sekian Informasi Terbaru dari kami Alami Seks Blues, Pria Juga Bisa Menangis Usai Bercinta – VIVA.co.id, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan informasi terbaru kali ini.

Anda baru saja membaca artikel Alami Seks Blues, Pria Juga Bisa Menangis Usai Bercinta – VIVA.co.id dengan url permalinknya adalah http://dikut.blogspot.com/2017/03/alami-seks-blues-pria-juga-bisa.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.