Mahasiswa Unibraw Buat Aplikasi Panggil Pedagang Keliling – Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID,  MALANG — Tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) yang menamakan dirinya Tim Tahu Telor membuat sebuah aplikasi yang dapat mendukung pemasaran pedagang keliling. Aplikasi ini diberi nama Toko Bergerak Online atau disingkat TOBAGO.

Mereka bertiga adalah mahasiswa Program Studi Teknik Informatika angkatan 2014, yaitu Defara Fikry Akmal (Project Manager), Aditya Wisnu Jati Kusumo (User Experience Designer/UXD), dan Ahmad Kamil Almasyhur (Programmer).

Fikry mengatakan pedagang keliling memiliki banyak kendala dalam memasarkan dagangannya. Sering kali karena pedagang keliling tidak memiliki tempat usaha yang tetap maka konsumen yang ingin membeli dagangan atau membutuhkan jasa pedagang keliling akan sulit untuk mencari dan menemukannya. “Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka TOBAGO dirancang memiliki tiga fitur,” ujarnya pada Ahad (23/3) di Malang.

Pertama adalah fitur pencarian yang memungkinkan pengguna dapat mencari pedagang keliling sesuai kebutuhannya.  Di aplikasi ada peta yang memunculkan pula ikon pedagang keliling yang berada pada radius 500 meter dari lokasi pengguna. “Pengguna dapat melakukan filter info dengan memilih kategori pedagang keliling yang diinginkan. Sampai saat ini kategori yang tersedia kuliner, jasa, elektronik, dan kategori lain-lain,” kata Fikry.

Kedua adalah fitur informasi pedagang keliling. Pada fitur ini pengguna tinggal memilih dan meng-klik salah satu ikon pedagang keliling yang ada di peta. Setelah itu, akan muncul informasi lengkap mengenai pedagang keliling tersebut. Antara lain nama, foto, dan nomor handphone pedagang keliling.

Ketiga adalah fitur ping yaitu fitur untuk memanggil pedagang keliling agar menuju ke lokasi pembeli. Setelah calon pembeli memilih fitur ping, maka dari sisi aplikasi penjual akan mendapat daftar permintaan ping.

Jika pedagang menerima permintaan tersebut maka penjual harus menuju lokasi calon pembeli. Jika pedagang telah bertemu pembeli dan transaksi jual beli telah selesai, maka ping dinyatakan telah selesai.

Penjual akan mendapatkan poin yang dapat ditukarkan dengan nominal uang tertentu. Menurut Fikry, fitur ini memiliki dua keuntungan. Dari sisi pembeli dapat memanggil pedagang keliling dan dari sisi pedagang dapat memperoleh tambahan pemasukan selain hasil penjualan dengan mengumpulkan poin ping.

Meskipun aplikasi ini belum diujicobakan secara langsung, namun inovasi tersebut telah berhasil meraih  juara 1 kompetisi Technocorner 2017 kategori software development competition yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM Yogyakarta. Dalam kompetisi tersebut Tim Tahu Telor berhasil unggul atas peserta perwakilan beberapa universitas di Indonesia antara lain ITB, IPB, Politeknik Bandung, BINUS, UII, UNY, dan ITS.

Source link


Sumber: http://ift.tt/2mDzO2e