Gejala Keterlambatan Bicara Yang Patut Diwaspadai (2): Gangguan Berbahasa Reseptif – Tabloidbintang.com

Gejala Keterlambatan Bicara Yang Patut Diwaspadai (2): Gangguan Berbahasa Reseptif – Tabloidbintang.com - Hallo sahabat Informasi Terbaru, Pada sharing Info Terbaru kali ini yang berjudul Gejala Keterlambatan Bicara Yang Patut Diwaspadai (2): Gangguan Berbahasa Reseptif – Tabloidbintang.com, saya telah menyiapkan informasi tekini di sekitar anda. Mudah-mudahan isi postingan Infoterbaru yang saya tulis ini menambah wawasan anda. okelah, cekidot informasi terbaru dari kami.

Judul Post : Gejala Keterlambatan Bicara Yang Patut Diwaspadai (2): Gangguan Berbahasa Reseptif – Tabloidbintang.com

lihat juga


Gejala Keterlambatan Bicara Yang Patut Diwaspadai (2): Gangguan Berbahasa Reseptif – Tabloidbintang.com

Gejala Keterlambatan Bicara yang Patut Diwaspadai (2): Gangguan Berbahasa Reseptif (Depositphotos)

AURA.CO.ID – Anak yang bisa berjalan lebih dahulu, biasanya (kemampuan) bicaranya terlambat. Anak laki-laki normal saja jika terlambat bicara, karena anak perempuan sudah seharusnya lebih cerewet. Benarkah?     

Dr. Gitayanti Hadisukanto, Sp, KJ, psikiater anak dan remaja dari rumah sakit Pondok Indah Group, menegaskan, hal-hal di atas adalah mitos. Kemampuan bicara pada anak tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin atau kemampuan berjalan. Meski kemampuan setiap anak pasti berbeda, ada standar untuk mengetahui apakah kemampuan bicara anak Anda sudah sesuai dengan usia. 

Gitayanti menjabarkan, anak berusia 1 tahun setidaknya sudah bisa menyebutkan satu kata, tetapi bukan kata yang merupakan pengulangan suku kata, seperti “mama” atau “papa”. 

“Setiap bulan, kosakata anak harus bertambah setidaknya satu kata,” jelas Gitayanti. Ketika menginjak usia 2 tahun, setidaknya sudah bisa mengucapkan 50 kosakata. Jika kurang dari itu, orang tua perlu mewaspadai.

Gangguan berbahasa reseptif

Gejala Keterlambatan Bicara yang Patut Diwaspadai (2): Gangguan Berbahasa Reseptif (Depositphotos)

“Gangguan ini menyebabkan anak sulit memahami bahasa dan makna kata-kata. Umumnya disertai gangguan berbahasa ekspresif dan gangguan artikulasi,” jelas Gitayanti. Ini terjadi ketika anak berusia 1 tahun tidak merespons, saat ditunjukkan sebuah benda atau gambar. Di usia 18 bulan, mereka tidak mampu mengidentifikasi objek sederhana, misalnya menyebut kata “bola”. Anak juga tidak bisa mengikuti instruksi sederhana, misalnya tidak merespons ketika ditanya, “Mana matanya?” 

Memasuki usia 2 tahun, anak sulit memahami struktur tata bahasa, seperti kalimat negatif, pertanyaan, dan perbandingan. Anak juga kurang paham aspek kehalusan bahasa seperti nada suara, intonasi, dan bahasa tubuh.

Keterlambatan bicara bisa disebabkan faktor genetik, gangguan pada pusat bahasa di otak, perubahan gen, dan kurangnya stimulasi dari orang tua. Untuk itu, Gitayanti menyarankan agar orang tua memberikan stimulasi bahasa kepada anak sedini mungkin. 

“Sejak janin berusia 7 bulan, mereka sudah mulai bisa mengenali bahasa orang tua. Teruslah mengajak anak bicara. Jadilah teman main untuk anak. Ingat, bermain bersama anak, bukan menemani anak bermain!” urai Gitayanti. 

Ketika anak menginjak usia 3 tahun, stimulasi harus semakin intensif. Anak harus semakin banyak diajak bermain dan bicara. “Bermain pura-pura, misalnya bermain masak-masakan, salah satu cara terbaik untuk memberikan stimulasi kepada anak,” beri tahu Gitayanti. Jika anak telanjur mengalami gangguan keterlambatan bicara, Gitayanti menyarankan orang tua melakukan terapi wicara. 

Yang perlu diwaspadai, keterlambatan bicara bisa jadi merupakan bagian dari gangguan lain yang lebih berat seperti autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (dikenal dengan istilah ADHD – attention deficit hyperactivity disorder), hingga retardasi mental dan disabilitas intelektual (IQ di bawah rata-rata). Jika sudah menyangkut gangguan yang lebih serius, penanganannya pun harus lebih serius. Medikasi dan konsultasi dengan psikiater sangat disarankan.

 

(riz/gur)

Source link


Sumber: http://ift.tt/2o8Y75X


Demikianlah Artikel Gejala Keterlambatan Bicara Yang Patut Diwaspadai (2): Gangguan Berbahasa Reseptif – Tabloidbintang.com

Sekian Informasi Terbaru dari kami Gejala Keterlambatan Bicara Yang Patut Diwaspadai (2): Gangguan Berbahasa Reseptif – Tabloidbintang.com, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan informasi terbaru kali ini.

Anda baru saja membaca artikel Gejala Keterlambatan Bicara Yang Patut Diwaspadai (2): Gangguan Berbahasa Reseptif – Tabloidbintang.com dengan url permalinknya adalah http://dikut.blogspot.com/2017/04/gejala-keterlambatan-bicara-yang-patut.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.