Ilmuwan Temukan Terobosan Baru Dengan Rahim Buatan, Seperti Apa? – KapanLagi.com

Kapanlagi.com – Istilah bayi prematur mungkin sudah sering didengar, kelahiran prematur terjadi bila bayi dilahirkan di bawah 37 minggu sementara periode persalinan normal bagi manusia adalah 40 minggu. Bayi yang dilahirkan prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami kelainan pendengaran, penglihatan, keterlambatan perkembangan, dan juga cerebral palsy.

Semakin dini janin dilahirkan maka risiko kelainan yang diderita tersebut akan semakin besar. Berdasarkan data yang dihimpun WHO, kelahiran prematur ini menjadi penyebab paling umum kematian bayi. Sekitar 15 juta bayi yang dilahirkan prematur (5-18% kelahiran) meninggal karena kondisi semacam ini.

BioBag merupakan rahim buatan yang terbuat dari sebuah kantong plastik yang diisi air elektrolit dan tersambung ke pasokan darah buatan © The VergeBioBag merupakan rahim buatan yang terbuat dari sebuah kantong plastik yang diisi air elektrolit dan tersambung ke pasokan darah buatan © The Verge

Mengingat risiko kelahiran prematur yang cukup tinggi, para ilmuwan berusaha menemukan cara untuk menanggulangi masalah tersebut. Oleh sebab itu, ditemukan BioBag yakni sebuah kantong yang menyerupai kondisi rahim ibu. Untuk sementara kantong yang disebut sebagai rahim buatan ini baru diujicobakan pada domba.

Percobaan rahim buatan pada domba ini terbilang sukses sebab selama empat minggu, janin domba berkembang sebagaimana mestinya di dalam BioBag. BioBag terbuat dari sebuah kantong plastik besar yang diisi dengan air elektrolit yang berfungsi mirip dengan ketuban manusia dan membantu perkembangan janin domba.

Ada juga selang yang dapat digunakan untuk menyambungkan plasenta dengan pasokan darah dari luar kantong. Hasil yang didapat memuaskan, anak domba menunjukkan perkembangan signifikan mirip dengan kondisi anak domba di dalam rahim sang induk. Sayangnya para ilmuwan belum bisa menjamin alat ini dapat digunakan oleh bayi prematur manusia.

“Hal semacam meletakkan embrio manusia ke dalam kantong ini merupakan karangan ilmiah tanpa peran vital ibu,” jelas Alan Flake, pemimpin penelitian ini.  Menurut para ilmuwan domba yang dijadikan percobaan ini memiliki tahap perkembangan otak yang berbeda dengan manusia. Oleh sebab itu perlu penelitian lebih lanjut dan penyempurnaan agar alat yang menolong bayi prematur ini dapat direalisasikan. Sains memang ajaib ya KLovers?

(the/agt)

Source link


Sumber: http://ift.tt/2pBVDAq