Pengamat : IFaktor Ekonomi Picu Stres – Indopos

Pengamat : IFaktor Ekonomi Picu Stres – Indopos - Hallo sahabat Informasi Terbaru, Pada sharing Info Terbaru kali ini yang berjudul Pengamat : IFaktor Ekonomi Picu Stres – Indopos, saya telah menyiapkan informasi tekini di sekitar anda. Mudah-mudahan isi postingan Infoterbaru yang saya tulis ini menambah wawasan anda. okelah, cekidot informasi terbaru dari kami.

Judul Post : Pengamat : IFaktor Ekonomi Picu Stres – Indopos

lihat juga


Pengamat : IFaktor Ekonomi Picu Stres – Indopos

BAHAS STRES: Psikolog Liza Marielly Djaprie dan Pengamat Ekonomi Imaduddin Abdullah dalam diskusi publik

INDOPOS.CO.ID – Pembangunan perkotaan terus mengalami peningkatan yang signifikan. Tak menampik, tingkat stres di masyarakat pun sejalan dengan semakin bertambahnya populasi penduduk di Jakarta.

Pengamat Ekonomi Imaduddin Abdullah, mengungkapkan  salah satu faktor yang memicu timbulnya stres di masyarakat adalah karena ekonomi seseorang. ”Dalam sejumlah kasus, faktor ekonomi menjadi alasan seseorang untuk bunuh diri atau berperilaku kriminal. Banyak kasus dimana seorang pencuri terdorong melakukan aksinya karena kesulitan ekonomi,” ungkap Imaduddin, dalam diskusi publik Urban Living & Stress Management yang digelar Lembaga Survey Kedai Kopi, Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia, di Jakarta, Rabu (12/4).

Menurutnya, kondisi perekonomian sangat memberikan pengaruh terhadap tingkat stres pada masyarakat khususnya masyarakat perkotaan karena biaya hidup perkotaan yang sangat tinggi di saat minimnya lapangan kerja yang dapat memberikan penghasilan yang cukup untuk hidup di tengah kota.

”Sejak tahun 1983 sampai 2009, berdasarkan peneliti di Carnegie Mellon University di Pittsburgh yang menganalisis data lebih dari 6.300 orang. Tingkat stres mengalami peningkatan sebesar 18 persen pada wanita dan 24 persen pada pria serta peneliti juga menemukan bahwa tingkat stres menurun seiring pertambahan usia,” ujarnya.

Sementara itu, Psikolog Liza Marielly Djaprie mengatakan berdasarkan penelitian, dihasilkan bahwa masyarakat kota menghasilkan skor yang lebih tinggi ketika mereka ditanya dan dianalisis tentang permasalahan mereka yang dapat menimbulkan stres dan kecemasan. Semakin ia tinggal di daerah perkotaan, maka aktifitas pACC atau perigenual anterior cingulate cortex mengalami peningkatan yang signifikan. pACC adalah bagian otak yang dapat mengatur tinggi rendahnya tingkat stres yang dialami seseorang.

”Masyarakat kota lebih stres karena daya tekan yang tinggi baik soal perekonomian, lingkungan maupun sosial. Kompleksitas kehidupan di perkotaan inilah yang mencerminkan tingginya tingkat stress masyarakat,” kata wanita bertubuh langsing ini.

Ditambahkannya, Stres bukan berarti tidak bisa di atasi, selagi ada kemauan, stres bisa terkontrol, terutama bagi  wanita yang cenderung lebih rentan terkena stres. ”Urusan domestik rumah tangga, tuntutan anak di sekolah, kehidupan sosial, jalanan yang macet hingga masalah di kantor menjadi contoh kecil penyebab Supermom rentan stres,” ucapnya .

Lanjutnya, bila stres tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan gangguan kesehatan fisik dan mental. Hal ini akan membuat perasaan hingga suasana hati rusak dan tidak terkontrol. ”Wanita lebih kuat dalam menghadapi stres. Faktanya wanita itu lebih kuat daripada laki-laki dalam mengelola stres. Jadi kalau dari data, perempuan lebih banyak stres dibanding laki-laki, tapi ternyata, perempuan lebih kuat dalam menghadapi stres,” pungkasnya. (eru)

 

Source link


Sumber: http://ift.tt/2oBHJNh


Demikianlah Artikel Pengamat : IFaktor Ekonomi Picu Stres – Indopos

Sekian Informasi Terbaru dari kami Pengamat : IFaktor Ekonomi Picu Stres – Indopos, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan informasi terbaru kali ini.

Anda baru saja membaca artikel Pengamat : IFaktor Ekonomi Picu Stres – Indopos dengan url permalinknya adalah http://dikut.blogspot.com/2017/04/pengamat-ifaktor-ekonomi-picu-stres.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.