Tak Melulu Genetik, Diabetes Tipe II Dipengaruhi Pola Hidup – Kedaulatan Rakyat

SETIAP orang berpeluang mengalami prediabetes akibat gaya hidup yang tidak sehat, termasuk pola makan dan kurangnya aktivitas fisik. Bila gaya hidup yang tidak sehat dibiarkan, jangan heran bila diabetes tipe 2 mulai mengintai. 

Menurut Prof Dr dr Mardi Santoso, SMT&H, SpPD-KEMD, FINASIM, FACE, diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronik yang bersifat metabolik dan disebabkan defisiensi insulin, resistensi, atau keduanya. “Jadi ada beberapa faktor yang memengaruhi timbulnya diabetes melitus tipe 2, tapi enggak gampang mengatasinya. Apalagi kalau masalah makan atau kurang gerak,” terang Prof Mardi di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017). 

Pada tubuh manusia, beta pankreas akan menghasilkan insulin secara teratur. Namun, karena gaya hidup tidak sehat dan terus berulang, insulinnya tidak lagi resisten. Pasalnya, sel lemak yang berlebihan di dalam tubuh dapat mengganggu kerja insulin untuk menjaga kadar gula tubuh. Penumpukan sel lemak ini membuat sensitivitas insulin jadi menurun. 

“Karena dipicu banyak sel lemak, sel betanya turun, sehingga produksi insulin juga turun. Sehingga terjadi kegagalan metabolisme,” jelas Prof Mardi. 

Dia menambahkan, faktor genetik memang selalu memengaruhi keberadaan diabetes melitus tipe 2. Namun, faktor tersebut hanya berpengaruh sekira 26 persen dan 74 persen dipengaruhi non genetik. Padahal, Prof Mardi mengatakan, bila kita mengelola pola hidup dengan baik, insulin pun terjaga dan terhindar dari diabetes melitus tipe 2. (*)

Source link


Sumber: http://ift.tt/2qK2OTJ