Tolong, Bocah Di Pekalongan Ini Mengidap Kanker Tulang Ganas – Detikcom





Pekalongan – Namanya Hajar Nasifa, 9 tahun. Dia adalah anak pertama dari pasangan Warno (31) dan Andriyani (28) warga Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Kondisi Nasifa saat ini sangat memprihatinkan. Semua aktivitas setiap harinya hanya dilakukan di atas tempat tidur karena kanker tulang ganas yang diidapnya.

Keinginannya untuk bersekolah pupus sudah. Cita-cita menjadi guru terhenti saat duduk di bangku kelas 2 SD. Dia divonis mengidap kanker ganas yang belum mampu dicarikan obat oleh kedua orangtuanya yang hanya sebagai buruh serabutan.

Sudah sejak 2 tahun terakhir Nasifa mengalami hanya bisa tergeletak lemah di tempat tidur. Menurut Andriyani, ibundanya, awal penderitaan Nasifa terjadi pada tahun 2015. Saat itu dia masih berusia 7 tahun dan duduk di bangku kelas 1 SD.

“Saat itu, anak saya terjatuh saat main. Tangan kirinya sakit. Akan saya bawa ke tempat pijat, anaknya bilang tidak usah. Namun semakin lama, tangannya membengkak,” tutur Andriyani mengenang keceriaan putri pertamanya itu.

Tolong, Bocah di Pekalongan ini Mengidap Kanker Tulang GanasNasifa (berdiri) saat masih dalam kondisi sehat. Foto: Robby Bernardi/detikcom

Karena kondisi tangan putrinya semakin membengkak, kedua orangtuanya kemudian memeriksakannya di sebuah klinik di Kota Pekalongan. Dari pemeriksaan diketahui adanya benjolan. “Dari hasil rontgen, tangannya tidak patah tapi ada benjolan yang diperkirakan kanker,” kata Andriyani, Selasa (3/5/2017).

Selanjutnya Nasifa dibawa ke RS ARO Batang. Dari hasil pemeriksaan sampel, diketahui Nasifa terkena kanker tulang ganas. “Saat itu langsung dirujuk ke RS Karyadi Semarang. Benjolan di tangannya juga semakin membesar,” lanjutnya.

Upaya penyembuhan telah beberapa kali dilakukan dengan menjalani serangkaian kemoterapi, namun belum juga ada hasilnya karena terlanjur ganas. “Kita sudah habis-habisan. Satu motor kami jual, tapi usaha penyembuhan belum ada hasilnya,” tambah Warno, ayah Nasifa.

Pengobatan terhadap Nasifa memang ditanggung oleh BPJS. Namun, bukan berarti tidak ada persoalan biaya. Warno dan Andriyani kesulitan menanggung biaya hidup selama masa pengobatan di Semarang. Akhirnya diputuskan Nasifa dirawat di rumah saja.

Tolong, Bocah di Pekalongan ini Mengidap Kanker Tulang GanasFoto: Robby Bernardi/detikcom

Kini kondisi Nasifa makin lemas. Dia semakin sering menangis menahan sakitnya. Dia hanya bisa tergolek di tempat tidur. Bahkan untuk berdiri dan bercakap-cakap saja, kini semakin sulit dilakukan.

Kepedihan semakin pilu dirasakan keluarga miskin ini pada waktu malam. “Saat malam, Nasifa selalu menangis kesakitan. Istri saya yang tidak tahu harus berbuat apa hanya bisa ikut menangis. Kami hanya bisa berdoa untuk kesembuhannya,” jelas Warno lirih.

(mbr/mbr)

Source link


Sumber: http://ift.tt/2pve8oT